Single Ville - Choi Yun Kyo

Judul : Single Ville
Penulis : Choi Yun Kyo 
Penerbit : Haru
Tahun Terbit : Desember 2014
Jumlah Halaman : 308
Keyword : K-lit, Romance, Terjemahan














Ini adalah Single Ville, komunitas nyata tempat para lajang berkumpul dan tinggal


Summary :


Sebuah cottage baru di area yang tenang, nyaman dan sepi telah dibuka. Ribuan orang telah mendaftar untuk bisa menjadi bagian dari tempat yang menyenangkan ini. Syaratnya hanya satu : Harus single! Akhirnya, terpilihlah lima orang plus satu pengelola yang akan menetap di Single Ville dan menjalani indahnya hidup sebagai lajang. 
Tapi ternyata, Single Ville tidak senyaman yang dijanjikan. Seseorang menguntit perempuan di rumah nomor tiga dan membuatnya merasa terancam. Lelaki di rumah nomor dua yang ingin menyendiri merasa terganggu dengan kehadiran perempuan di rumah nomor tiga. Mantan detektif di rumah nomor enam mencurigai salah satu penghuni sebagai pembunuh berantai. Dan ternyata, perempuan di rumah nomor dua telah memalsukan identitasnya!
Gangguan-gangguan itu ternyata belum seberapa dibandingkan apa yang akan dihadapi mereka berikutnya. Para penghuni Single Ville yang datang ke tempat ini untuk mengasingkan diri demi menjalani kehidupan lajang, ternyata malah harus didatangi gangguan paling besar yang membuat mereka terancam melanggar peraturan dan diusir dari Single Ville : Cinta.



Percintaan adalah hal yang melelahkan dan merepotkan

Review
Sebenarnya aku ngga biasa membaca buku-buku Korea dan buku ini adalah K-lit pertama yang aku baca. Alasan aku membacanya sebenarnya adalah karena novel ini sudah dibuat drama di Taiwan dan dibintangi oleh beberapa aktor favoritku. Ada Joe Cheng yang ngetop sebagai Jiang Zhishu di It Started With A Kiss dan juga Jiro Wang, ex member boy band yang menjadi high school crush-ku, Feilunhai. Sebelum menonton dramanya, aku ingin tahu dulu seperti apa cerita Single Ville ini.
Ternyata ceritanya menarik banget! Sebuah cottage yang hanya dihuni para lajang, sounds like heaven to me. Untuk memahami inti dan konflik dari cerita di novel ini, kita harus mengenal dulu karakter-karakter yang ada di dalamnya. Ada enam orang penghuni dan empat orang non penghuni. Masing-masing memiliki cerita cinta dan kehidupan masing-masing. Hanya saja, untuk kalian yang ngga terlalu suka dengan kebetulan-kebetulan yang terlalu banyak dalam sebuah cerita, pasti akan merasa agak terganggu saat membaca novel ini. Tapi kalau aku sih ngga masalah, karena itu malah meningkatkan chemistry antar tokoh.


Meskipun begitu, tak bisakah kita gagal bersama-sama? Gagal, kemudian jatuh cinta lagi? Gagal kemudian jatuh cinta lagi hingga suatu hari ketika kita mengalami kegagalan yang lebih sederhana. mungkin saja kita akan menemukan kebenaran cinta

Karena banyak tokoh, tentunya banyak konflik di buku ini. Mulai dari seorang mantan detektif yang mencurigai seorang penghuni sebagai pembunuh berantai, teror yang ditujukan pada salah satu penghuni, sampai seorang penghuni palsu dan tentunya, percintaan.
Menurutku karakter-karakternya lucu dan cukup memorable. Untuk buku yang ngga terlalu tebal dengan karakter yang sangat banyak, menurutku karakter-karakter di buku ini digali dengan baik. Tokoh favoritku adalah Lee Jeong Hyeok, penghuni rumah nomor enam, meskipun porsinya ngga terlalu banyak di novel ini. When it comes to love, he’s the bravest one.
Kalau untuk konflik, favoritku adalah upaya mantan detektif di rumah nomor lima, Go Seong Min, untuk menangkap seorang penghuni yang dia curigai sebagai pembunuh berantai. Menurutku konflik yang satu ini yang membuat novel ini terasa paling menarik. Memang ada beberapa konflik yang rasanya ngga terlalu dalam dibahasnya, tapi itu ngga mengganggu jalan cerita. Hanya pasti akan lebih seru kalau beberapa konflik, misalnya tentang percintaan masa lalu penghuni nomor dua lebih diolah lagi. 
Sayangnya menurutku terjemahan buku ini kurang halus. Banyak yang terasa agak aneh kalau dibaca. Dan waktu di bagian awal cerita, saat para tokoh saling berkenalan, aku agak bingung siapa yang sedang cerita karena selalu menggunakan kata ‘pria itu’ atau ‘wanita itu’ untuk menunjuk seseorang. Padahal, kan, pria dan wanitanya ada banyak.



Memangnya, apa salahnya jatuh cinta pada pandangan pertama?

Overall
Kalau dari segi cerita aku suka banget dengan buku ini. Ceritanya unik dan waktu baca judulnya aja pasti langsung tertarik. Seandainya terjemahannya digarap dengan lebih baik pasti pengalaman membaca buku ini jadi lebih menyenangkan. Aku merekomendasikan buku ini untuk kalian yang mencari sebuah cerita romantis yang unik, tapi ngga melulu berbicara soal cinta. Penyuka kisah-kisah Korea juga pasti akan menyukai buku ini. Selamat membaca!


No comments:

Post a Comment