[Book Review] Kata Kota Kita - GWP 1



 Judul : Kata Kota Kita
Penulis : Finalis Gramedia Writing Project Batch 1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Halaman : 272















 
Buku ini berisi 17 cerpen dari para penulis terpilih di program Gramedia Writing Project batch pertama. Aku sebenarnya bukan orang yang menyukai cerita berbasis latar tempat. Tapi, aku cukup penasaran dengan cerpen beberapa penulis di buku ini. Nah, karena cerita ini mengambil tema berupa kota-kota tertentu, aku mengharapkan membaca sebuah cerita yang hanya cocok terjadi di kota itu, atau mengangkat ciri khas kota tersebut tanpa terkesan seperti buku travel guide. Di buku kumpulan cerpen ini, ada cerita yang sesuai dengan harapanku itu, tapi ada juga yang nggak. Setelah kubaca sampai habis, ternyata ada tujuh cerpen yang sangat aku suka. Ini dia cerpen-cerpen favoritku di buku ini :


1.      Ora – Ayu Rianna (Ambon)
Aku senang sekali buku ini dibuka dengan cerita romance, bikin semangat membacaku jadi muncul. Dan ternyata cerpen ini juga manis banget. Gabungan antara kisah cinta dan persahabatan selalu jadi favoritku. Latar Pantai Ora di cerita ini juga dideskripsikan dengan cukup baik.


2.      Let The Good Times Roll – Emha Eff (New Orleans)
Menurutku, cerita ini punya deskripsi latar yang paling bagus. Meskipun tema yang diambil dan pesan moral yang bisa pembaca dapat tidak terlalu asing lagi, tapi aku suka dengan karakter-karakter yang diciptakan penulis.Aku juga suka cerita tentang keluarga seperti ini. Ornamen-ornamen lain dalam cerita ini yang bikin cerita ini jadi menarik. Aku juga suka banget sama gaya bahasa yang dipakai penulis.


3.      Mamon, Cintaku Padamu – Idawati Zhang (Semarang)
Dari semuanya, inilah cerpen yang paling kusuka di buku ini. Tema yang diambil sederhana tapi diolah jadi sangat menarik. Sebenarnya latar kotanya nggak terlalu terasa, tapi ceritanya bagus banget. Ketegangannya menyebar di seluruh cerita, bikin penasaran dan sama sekali nggak berhenti waktu baca cerita ini. Konfliknya kejam dan yang paling penting, the stake is so high. Ini adalah sebuah cerita yang diawali dengan bagus dan diakhiri dengan jauh hebat lagi. 


4.      Sunflower – Lidya Renny Chrisnawaty (Yogyakarta)
Yang ini awalnya aku nggak terlalu suka. Tapi setelah membaca sampai habis, pendapatku langsung berubah J Dan pada akhirnya aku menobatkan cerita ini sebagai cerita paling manis di buku ini. Deskripsi latar di cerpen ini juga salah satu yang untukku paling bagus dan cerita cintanya juga oke punya. 


5.      Bukan Sebuah Penyesalan – Orinthia Lee (Jakarta)
Aku suka tema yang diangkat cerpen ini. Aku paling suka dengan cerita yang mengajak pembaca untuk melihat sisi lain dari seseorang yang dicap ‘berdosa’ oleh masyarakat dan cerpen ini sukses mengangkat hal itu. Keunikan lain cerpen ini adalah dari sudut pandang yang digunakan. Ditambah lagi dengan sentuhan romance, aku jadi semakin suka sama cerita yang satu ini.
6.      Bulungan – Tj Oetoro (Jakarta)


Mendengar kata Bulungan pasti tahu, dong, peristiwa apa yang cukup terkenal di tempat ini? Yap, dengan mengangkat peristiwa itu sebagai tema, cerpen yang ini berhasil membuat perasaanku campur aduk. Tema yang diangkat benar-benar menyentuh hatiku. Selain itu, sebagai salah satu cerpen yang mengambil kota Jakarta sebagai latar, cerpen Bulungan inilah yang paling berhasil memberikan gambaran latar tempat yang paling oke. Sayang banget, cerpen ini ditempatkan persis setelah cerpen yang memiliki twist sama dengan cerpen ini. Kesenangan membacanya jadi berkurang, deh.


7.      Ankara di Bawah Purnama – Tsaki Daruchi (Ankara)
Sebenarnya aku nggak terlalu suka tema yang diangkat di cerpen yang satu ini. Tapi ceritanya intriguing banget dan bikin penasaran. Cara penulis menggambarkan karakter-karakter di cerita ini sangat unik dan aku juga suka cara bercerita penulis. Aku juga suka karena penulis menggambarkan Ankara dengan cara yang menurutku berbeda dengan cerpen-cerpen lainnya di buku ini.
.


Cerpen-cerpen yang lain juga bagus-bagus,kok, hanya saja, tujuh cerpen ini yang paling berkesan buatku dan membuatku masih mengingat ceritanya sampai aku selesai membaca buku ini. Sebenarnya, aku akan jauh lebih senang seandainya setiap cerpen kotanya beda-beda. Di sini ada beberapa cerpen yang mengambil kota yang sama, yang paling banyak itu Jakarta dan Yogyakarta. Sepertinya akan lebih seru kalau ada lebih banyak cerita tentang kota-kota lain juga.


Overall, menurutku Kata Kota Kita adalah buku kumpulan cerpen yang sangat menarik. Dengan beragam genre, latar dan gaya penulisan, buku ini jadi terasa sangat berwarna dan tiap cerpennya menghadirkan sensasi yang berbeda-beda saat membacanya. Finally, aku rekomendasikan buku ini untuk yang suka baca cerita dengan latar tempat yang oke. Karena ada macam-macam genre dan warna tulisan, yang mau belajar menulis cerpen juga boleh banget baca buku ini :)

No comments:

Post a Comment