Learning To Cope With Family Problems From Jacqueline Wilson's Books



Halo, masih dalam rangka ulang tahun BBI, sebagai bagian dari kelompok Young Adult dan Child Lit, kali ini saya akan membahas mengenai belajar menghadapi masalah keluarga untuk anak dan remaja. 
Gambar di ambil dari http://www.geekswithjuniors.com/blog/2014/8/18/help-teens-to-resolve-family-issues-with-whats-up-with-my-fa.html
Gambar diambil dari http://www.geekswithjuniors.com/blog/2014/8/18/help-teens-to-resolve-family-issues-with-whats-up-with-my-fa.html

Kalau kata Leo Tolstoy di kalimat pertamanya dalam novel Anna Karenina, All happy families are alike; each unhappy family is unhappy in its own way. Setiap keluarga pasti memiliki masalahnya masing-masing. Perceraian, kematian, adopsi, penyakit, semua keluarga pasti pernah menghadapi masa-masa sulit seperti itu. Namun, persoalannya, bagaimana caranya menjelaskan hal tersebut kepada anak-anak dan remaja? Tidak jarang, orangtua merasa kesulitan untuk menjelaskan masalah itu pada anak-anak mereka. Mungkin karena takut anak-anak tidak bisa menerima hal tersebut, atau khawatir mereka terlalu muda untuk bisa memahami suatu masalah. Mungkin juga karena takut persoalan keluarga ini membebani mereka yang juga memiliki masalah di sekolah, sebutlah peer pressure, guru galak, nilai jelek, cinta bertepuk sebelah tangan....

Saya pernah membaca beberapa artikel dan jurnal yang membahas mengenai peran buku dalam membantu anak dan remaja menghadapi masalah. Ternyata ada banyak manfaat yang bisa didapat. Misalnya, membaca buku dengan karakter yang memiliki masalah serupa dengan yang mereka hadapi bisa membantu memberikan perspektif baru bagi anak dan remaja dalam menghadapi masalahnya. Membaca buku juga bisa meningkatkan daya problem solving. Dan yang paling penting, jika orang tua membaca bersama dengan anaknya, mereka bisa berdiskusi mengenai masalah di buku itu dan pada akhirnya juga membahas masalah yang terjadi di keluarga juga bisa menambah kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Nah, jika ada orangtua yang sedang mencari literatur untuk membantu anak dan remaja menghadapi masalah keluarga, saya punya rekomendasi yang bagus, yaitu buku-buku yang ditulis oleh Jacqueline Wilson.

Jacqueline Wilson adalah seorang penulis berkebangsaan Inggris yang banyak mengusung tema-tema realistis yang berkaitan dengan masalah keluarga dalam bukunya. Hingga saat ini, Wilson sudah menulis lebih dari 90 judul buku, baik fiksi maupun autobiografi. Saya merekomendasikan buku-buku dari Jacqueline Wilson karena tokoh utama dalam buku-buku Wilson ada di rentang usia anak dan remaja, sehingga menurut saya para pembaca anak dan remaja akan lebih mudah merasa terhubung dengan cerita.  Jacqueline Wilson sudah menulis banyak sekali buku, tapi dalam tulisan ini, saya akan rekomendasikan lima buah buku Jacqueline Wilson favoritku.



1. Cookie

Beauty Cookson sebenarnya punya keluarga yang utuh—seorang ibu yang baik hati dan ayah kaya raya yang mampu memenuhi semua keinginan Beauty. Tapi, Beauty tetap saja selalu merasa ketakutan dan tidak tenang setiap kali dia ada di rumah. Hal itu disebabkan oleh ayah Beauty yang kasar. Dia suka menyiksa Beauty dan ibunya secara verbal, dan juga selalu memaksakan kehendak. Di satu sisi, sikap ayah Beauty selalu membuat Beauty marah. Tapi di sisi lain, ayah Beauty selalu memberikan barang-barang yang Beauty inginkan. Beauty merasa bingung mengenai perasaannya pada ayahnya.  Dengan keadaan seperti itu, apakah Beauty boleh membenci ayahnya?



2. The Longest Whale Song
Hidup Ella begitu kacau. Pertama, ayah dan ibunya bercerai. Lalu, dia harus hidup berjauhan dengan ayahnya. Kemudian, ibunya menikah lagi dengan Jack yang amat sangat Ella benci dan dalam waktu dekat, Ella akan memiliki adik bayi. Seakan kehidupan Ella belum cukup mengenaskan, ibu Ella tiba-tiba koma sesaat sesudah melahirkan. Sekarang, bagaimana cara Ella bertahan tanpa ibunya? Di tengah kekalutannya akan kondisi ibunya, Ella terpaksa harus tinggal bersama ayah tirinya yang menyebalkan dan juga mengurus adik bayinya yang baru lahir.


3.      The Dustbin Baby
Saat baru lahir, April dibuang oleh ibunya di tempat sampah. Saat beranjak dewasa, dia harus berpindah dari satu rumah penampungan ke rumah penampungan lainnya. Sekarang, April tinggal bersama Marion, ibu angkatnya yang baru. Marion sebenarnya baik, hanya saja Marion bukan ibu kandung April dan April terkadang merasa Marion terlalu mengaturnya. Pada ulang tahunnya yang keempat belas, April pergi dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. Mengapa dia dibuang? Ada di mana sebenarnya ibu kandungnya saat ini?


4.      The Bed and Breakfast Star
Hidup Elsa mulanya baik-baik saja sampai ayah dan ibunya kehilangan pekerjaan. Mereka akhirnya kehilangan rumah, menjadi tunawisma dan terpaksa harus tinggal bersempit-sempitan di Hotel Bed and Breakfast kumuh yang disediakan oleh pemerintah. Bukan itu saja, Mack, ayah tiri Elsa, juga sangat kasar dan suka mengeplak Elsa! Buku ini menarik karena menyajikan permasalahan ekonomi dalam sebuah keluarga.


5.      The Illustrated Mum
Marigold, ibu Dolphin dan Star, menderita bipolar disorder dan juga kecanduan alkohol. Dolphin menganggap ibunya keren, sementara Star justru malu akan keadaan ibunya. Pada suatu hari, Dolphin yang masih sangat mencintai Micky, ayah dari Dolphin dan Star, mendengar bahwa setelah berpisah darinya, Micky sudah mempunyai istri dan anak. Hal ini membuat Marigold depresi dan mewarnai tubuhnya dengan cat beracun. Karena penyakit mentalnya, Marigold harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama. Lalu bagaimana dengan nasib Dolphin dan Star? Ayah mereka, Micky, sangat menyayangi mereka, tapi Micky sudah memiliki keluarga baru, jadi dia tidak mungkin mengurus Dolphin dan Star. Tak ada pilihan lain, Dolphin harus tinggal di rumah penampungan sementara Marigold menjalani perawatan untuk penyakit mentalnya.

***

Wah, ternyata ada banyak sekali masalah keluarga yang dibahas di novel-novel Jacqueline Wilson, ya. Mulai dari penyakit sampai masalah ekonomi. Masa kanak-kanak dan remaja memang idealnya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan, bukan dengan masalah keluarga yang membingungkan dan berpotensi menimbulkan trauma. But we are living in reality, not fairy tales where a fairy god mother will appear out of nowhere to make our problems disappear in a blink of an eye. Jadi, mau tidak mau, anak dan remaja harus diajarkan untuk menghadapi hal-hal yang pahit seperti itu, salah satu caranya adalah dengan membaca. Saya tahu, dengan membaca novel saja, masalah tidak akan hilang, tapi, jika dengan membaca bisa membantu anak dan remaja—bahkan orangtuanya—untuk menghadapi masalah keluarga, it worth a shot, right?

Saya bukan orangtua (I’m not even a good material), bukan psikolog apalagi child expert. Saya menulis ini hanya sebagai seseorang yang peduli. I’ve been through rough times and reading books whose characters experienced similar problems with me helped me a lot. At least I know I wasn’t alone. Jika seseorang di luar sana bisa menuliskan masalah yang serupa dengan masalah kita, itu artinya ada orang lain yang juga mengalami masalah yang sama dengan kita. There’s no need to be ashamed and somehow, someday, the sun will shine again.

Cheers!

1 comment:

  1. Karakter2nya tante Wilson ini, di satu titik pasti harus mikir & berusaha sendiri ya... Walaupun masih anak2, bukan berarti mereka harus bergantung sepenuhnya pada orang lain. Gitu kali ya maksudnya

    ReplyDelete